SohorNews.com adalah portal berita viral yang menghadirkan update terkini dari sumber terpercaya. Temukan berita teknologi, hiburan, gaya hidup, dan informasi trending setiap hari
Berita  

Kalah Telak! Manchester City Kalah 1-3 dari Bodo/Glimt di Liga Champions, Pep Guardiola Pujikan Lawan

banner 120x600

Kekalahan Menyedihkan Manchester City di Liga Champions

Manchester City mengalami kekalahan yang sangat memalukan dalam sejarah partisipasinya di Liga Champions. Pada laga yang digelar di Aspmyra Stadium, Bodo, sebuah kota kecil dengan populasi sekitar 55 ribu jiwa, Manchester City kalah dengan skor 1-3 dari klub kecil asal Norwegia, Bodo/Glimt.

Pertandingan ini menjadi momen bersejarah bagi Bodo/Glimt karena merupakan kemenangan pertama mereka dalam sejarah bermain di Liga Champions. Selain itu, hasil ini juga menjadi salah satu pencapaian terbesar klub tersebut di level Eropa.

Bodo/Glimt tampil sangat agresif sejak menit awal. Mereka berhasil mencetak dua gol berturut-turut pada menit ke-22 dan 24 melalui striker Kasper Hogh. Gol pertama dicetak setelah Manchester City gagal mengantisipasi serangan balik cepat. Hogh mencatatkan gol pertamanya dengan sundulan yang masuk ke gawang Gianluigi Donnarumma. Dalam waktu kurang dari dua menit, kesalahan serupa kembali terjadi dan Hogh dengan mudah mencetak gol keduanya dari jarak dekat.

Meski menguasai bola lebih banyak, Manchester City kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Banyak situasi bola mati yang tidak dimaksimalkan. Di sisi lain, kiper Bodo/Glimt Nikita Haikin jarang mendapat ancaman serius.

Pada menit ke-58, Jens Hauge membuat stadion berkapasitas 8 ribu penonton itu bergemuruh usai melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang masuk ke sudut atas gawang Manchester City. Skor berubah menjadi 3-0 untuk keunggulan Bodo/Glimt.

Rayan Cherki kemudian memperkecil ketertinggalan pada menit ke-60 lewat tembakan rendah yang sempat membentur pemain lawan sebelum masuk ke gawang. Namun, keinginan Manchester City untuk bangkit langsung pupus ketika gelandang andalan mereka Rodri harus menerima kartu merah setelah menarik Ole Didrik Blomberg. Rodri yang baru saja meraih Ballon d’Or 2024 pun diusir keluar lapangan, membuat City harus bermain dengan 10 orang.

Kartu merah itu membuat Bodo/Glimt semakin percaya diri dan nyaris menambah gol melalui Hauge yang membentur mistar gawang, serta Hogh yang sempat mencetak gol ketiga tetapi dianulir karena offside. Manchester City mencoba menekan di sisa laga, termasuk mengajukan klaim penalti setelah Cherki terjatuh di kotak terlarang, tetapi wasit menolak protes tersebut.

Manchester City sebenarnya tampil pincang dengan absennya 11 pemain senior akibat cedera, sakit, skorsing, dan masalah kelayakan bermain. Meskipun demikian, alasan itu tidak cukup menutupi fakta bahwa mereka kalah secara permainan, terutama saat menghadapi transisi cepat Bodo/Glimt.

Erling Haaland yang pulang ke kampung halamannya di Norwegia juga gagal mencetak gol dan dibuat tidak berkutik oleh pertahanan tuan rumah. Kekalahan ini menambah penderitaan City setelah sebelumnya tumbang dalam derby melawan Manchester United di Premier League. Hasil ini juga membuat posisi Manchester City di fase liga Liga Champions semakin tertekan jelang laga krusial melawan Galatasaray pada Kamis (29/1).

Pep Guardiola menegaskan bahwa kekalahan tersebut bukan karena dirinya meremehkan Bodo/Glimt. Pelatih asal Spanyol itu mengaku sejak awal sudah memahami kualitas lawan yang dihadapi. “Saya tahu seberapa bagus tim mereka. Saya tidak meremehkan Bodo/Glimt. Musim lalu mereka berhasil lolos ke semifinal Liga Europa dan itu masih sangat saya ingat,” ujar Guardiola.

Guardiola juga mengungkapkan bahwa kondisi tim yang tidak ideal turut memengaruhi jalannya pertandingan. Absennya sejumlah pemain penting membuat Manchester City kesulitan, terlebih setelah harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah Rodri di babak kedua. “Kami kehilangan beberapa pemain penting karena cedera, lalu harus bermain 10 melawan 11,” lanjut Guardiola.

Terkait laga-laga berikutnya, Guardiola menegaskan timnya wajib segera melakukan perubahan agar tidak kembali terpeleset, terutama jelang duel penting di kompetisi Liga Inggris dan Eropa. “Kami harus mengubah dinamika permainan untuk pertandingan berikutnya melawan Wolves dan Galatasaray,” tegasnya.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *