Peringatan Cuaca Ekstrem dari BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan mengenai potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi pada Kamis (22/1/2026) dan Jumat (23/1/2026). Wilayah-wilayah tertentu di Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat serta angin kencang. Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan saja. Selain itu, potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem juga harus diperhatikan.
BMKG menyarankan masyarakat untuk secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem melalui berbagai saluran resmi. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui situs web resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg. Masyarakat juga diminta untuk menghindari area terbuka saat hujan disertai petir atau angin kencang. Selain itu, penting untuk menjauhi pohon, bangunan, atau infrastruktur yang tampak rapuh guna menjaga keselamatan diri sendiri.
Penyebab Hujan Lebat dan Angin Kencang
BMKG menyampaikan bahwa pengaruh dinamika atmosfer skala global, regional, dan lokal masih signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia dalam sepekan ke depan. Salah satu faktor utama adalah El Nino–Southern Oscillation (ENSO), yang saat ini sedang dalam fase negatif dengan indikasi La Nina lemah. Nilai Southern Oscillation Index (SOI) cenderung positif, yang berpotensi meningkatkan pasokan uap air dan pembentukan awan hujan di beberapa wilayah.
Selain ENSO, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) juga diperkirakan aktif melintasi sejumlah wilayah, sehingga berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Di samping itu, gelombang ekuator juga terpantau aktif dan dapat memperkuat proses konvektif di beberapa daerah. Kombinasi MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator teramati aktif di berbagai lokasi, yang berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan.
BMKG juga mencatat adanya Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina, utara Maluku Utara. Siklon ini diperkirakan menguat dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara 1000 hPa. Arah gerak siklon ini ke Timur Laut berdampak pada pembentukan pola angin di wilayah utara Indonesia bagian Timur.
Selain itu, terdapat Bibit Siklon Tropis 97S yang diprediksi memiliki kecepatan angin maksimal 20 knot dan tekanan udara 1000 hPa. Pergerakannya diprediksi persisten dan berpengaruh pada pola angin termasuk daerah konfluensi dan konvergensi memanjang di beberapa lokasi. Kondisi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik serta sepanjang daerah konfluensi dan konvergensi.
BMKG juga menemukan potensi peningkatan seruan dingin (cold surge) dari Benua Asia. Hal ini ditandai oleh perbedaan tekanan udara tinggi di Gushi dan peningkatan kecepatan angin tinggi di Laut China Selatan. Kondisi ini memperkuat masuknya monsun Asia lebih cepat dan mudah melewati ekuator melalui Selat Karimata.
Prakiraan Cuaca pada 22-23 Januari 2026
BMKG merilis prakiraan hujan lebat dan angin kencang yang berpotensi terjadi pada 22 dan 23 Januari 2026:
Kamis, 22 Januari 2026
Hujan sedang-lebat:
– Sumatera Selatan
– Bengkulu
– Sulawesi Utara
– Sulawesi Tengah
– Sulawesi Selatan
– Maluku Utara
– Maluku
– Papua Tengah
– Papua Pegunungan
– Papua Selatan
Hujan lebat-sangat lebat:
– Lampung
– Banten
– Jakarta
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– DI Yogyakarta
– Jawa Timur
– Bali
– Nusa Tenggara Barat
– Nusa Tenggara Timur
Angin kencang:
– Bali
– Banten
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– Jawa Timur
– Kalimantan Barat
– Kepulauan Bangka Belitung
– Kepulauan Riau
– Maluku
– Nusa Tenggara Barat
– Nusa Tenggara Timur
– Papua
– Sulawesi Selatan
– Sulawesi Tengah
– Sulawesi Utara
Jumat, 23 Januari 2026
Hujan sedang-lebat:
– Sumatera Selatan
– Bengkulu
– Lampung
– Banten
– DI Yogyakarta
– Sulawesi Selatan
– Maluku Utara
– Maluku
– Papua Tengah
– Papua Pegunungan
– Papua Selatan
Hujan lebat-sangat lebat:
– Jakarta
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– Jawa Timur
– Bali
– Nusa Tenggara Barat
– Nusa Tenggara Timur
Angin kencang:
– Banten
– Jakarta
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– Jawa Timur
– Kalimantan Barat
– Kepulauan Bangka Belitung
– Kepulauan Riau
– Nusa Tenggara Barat
– Nusa Tenggara Timur
– Sulawesi Selatan
– Sulawesi Tengah
– Sulawesi Utara













