Empat Kecelakaan Kereta Api Terjadi dalam Sehari, Menewaskan 10 Orang
Pada hari Rabu (21/1/2026), terjadi empat kecelakaan kereta api yang melibatkan berbagai peristiwa berbeda. Kejadian ini menewaskan total 10 orang dan menyebabkan beberapa korban luka-luka, termasuk masinis dan asistennya. Berikut adalah rincian dari masing-masing kejadian:
1. Terserempet Kereta di Kota Bekasi
Peristiwa pertama terjadi di Kota Bekasi, Rabu siang. Seorang perempuan muda berinisial VM (25) tewas setelah terserempet kereta api di pelintasan rel Jalan Berlian Raya. Korban ditemukan tergeletak di dekat rel dengan luka parah di bagian kepala.
Menurut keterangan saksi, korban sedang berada di sekitar warung kopi tidak jauh dari rel. Ia kemudian berjalan menuju lintasan dan berdiri di pinggir rel. Pada saat bersamaan, rangkaian kereta api barang melintas, sehingga korban tidak sempat menghindar dan tertabrak.
Warga sekitar, Susi (49), mengatakan bahwa korban ditemukan dengan darah mengalir dari hidung dan masih memakai masker. Sementara itu, Rizal (42) menyebut bahwa korban terpental hingga sekitar 10 meter dan langsung meninggal di lokasi kejadian.
Polsek Rawalumbu mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat berada di sekitar perlintasan rel kereta api.
2. Loncat ke Rel di Stasiun Gondangdia
Di Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat, seorang perempuan tewas tertabrak kereta jarak jauh Gajayana jurusan Malang-Gambir. Kejadian terjadi sekira pukul 17.50 WIB ketika perempuan tersebut melompat ke rel.
Petugas Stasiun Gondangdia langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke Rumah Sakit PGI Cikini. Sayangnya, nyawa perempuan tersebut tidak dapat diselamatkan.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa pengguna tersebut dinyatakan meninggal dunia. Hingga saat ini, identitas korban belum sepenuhnya diketahui.
3. Kecelakaan Kereta dan Mobil di Tebing Tinggi
Kecelakaan ketiga terjadi di Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Sebuah mobil Toyota Avanza bertabrakan dengan kereta api. Akibat insiden ini, delapan orang penumpang mobil tewas.
Menurut informasi dari Kasi Humas Polres Tebing Tinggi, Iptu Budi Santoso, kecelakaan terjadi pada pukul 18.47 WIB. Mobil melintasi rel kereta api saat kereta juga melintas, menyebabkan tabrakan.
Mobil Avanza sempat terseret hingga sekitar 300 meter dari lokasi awal. Semua penumpang di dalam mobil meninggal dunia, termasuk dua balita dan enam orang dewasa.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.
4. KA Menoreh Tabrak Truk di Cirebon
Insiden keempat terjadi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kereta Api (KA) Menoreh yang melaju dengan kecepatan tinggi menabrak truk tangki air di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang.
Truk yang dikemudikan Abi Eko tiba-tiba mati mesin dan berhenti di tengah rel. Beberapa menit kemudian, KA Menoreh melintas dan menabrak truk tersebut. Akibat benturan keras, bagian depan lokomotif rusak parah, sementara truk terbelah dan terseret hingga sekitar 500 meter dari titik awal kejadian.
Tiga orang mengalami luka-luka, yaitu sopir truk Abi Eko, masinis KA Menoreh Linda Fahrul Ferdian, serta asisten masinis Sujud Santoso. Ketiganya dilarikan ke RSUD Waled untuk mendapatkan perawatan medis.
Petugas polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan akan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian.













