SohorNews.com adalah portal berita viral yang menghadirkan update terkini dari sumber terpercaya. Temukan berita teknologi, hiburan, gaya hidup, dan informasi trending setiap hari
Berita  

Anak Influencer Diduga Dianiaya Teman Sekolah di Jakarta Timur

banner 120x600

Kasus Perundungan di Sekolah: Siswa SMP Mengalami Tekanan Psikologis

Seorang siswi SMP Negeri di Jakarta Timur, yang dikenal dengan inisial C, diduga menjadi korban perundungan dan pelecehan oleh teman sekelasnya. Hal ini diungkapkan oleh orang tua C, seorang influencer berinisial H, yang menyebut bahwa anaknya mengalami tekanan psikologis hingga saat ini belum diizinkan kembali bersekolah.

Peristiwa bermula ketika salah satu teman C, R, mencoba mengajaknya merayakan Tahun Baru 2026 bersama. Namun, pada waktu yang sama, H telah merencanakan liburan keluarga ke Yogyakarta. Ia membawa anaknya ke Jogja, sehingga C memilih untuk ikut bersamanya. Menurut H, R tidak mengetahui rencana tersebut.

Setelah liburan berakhir, C kembali ke sekolah dan mendengar informasi dari teman-temannya tentang rencana R. Ternyata, R ternyata memiliki rencana untuk mengajak C ke suatu tempat di malam Tahun Baru, bahkan mungkin akan membawanya dalam kondisi tidak sadar. Meski H tidak menjelaskan secara detail, ia menyebut bahwa tujuan dari rencana tersebut jelas terlihat.

C kemudian bertanya langsung kepada R tentang hal tersebut. R menjawab bahwa itu hanya lelucon. Namun, H mengatakan bahwa semua pelaku selalu berdalih bahwa mereka hanya bercanda.

Dugaan Pembahasan Tak Pantas di Grup Chat

Selain dugaan rencana pembiusan, H juga menyebut bahwa anaknya menemukan adanya pembahasan tidak pantas terkait dirinya dan kakaknya di sebuah grup chat. R memiliki grup yang terdiri dari 40 orang, dan di dalamnya ada percakapan yang tidak sopan dan tidak pantas. H mengungkapkan bahwa hal ini semakin memperparah rasa tidak nyaman yang dialami C.

H juga menyampaikan bahwa dugaan perundungan verbal terhadap anaknya telah terjadi sejak Februari 2025 dan semakin intensif pada November 2025. Kondisi psikologis C mulai berubah beberapa minggu terakhir, terutama setelah libur tahun baru. Ia sering menangis dan gelisah, meskipun tidak mau memberi tahu penyebabnya. H mengatakan bahwa awalnya ia mengira hal tersebut disebabkan oleh hal lain, tetapi kini ia yakin bahwa ini berkaitan dengan kasus yang sedang dialami C.

Penolakan Terhadap Anggapan Gangguan Psikologis

H membantah anggapan bahwa anaknya tidak mengalami gangguan psikologis. Menurutnya, C membutuhkan kekuatan besar untuk menceritakan pengalamannya. Ia menyatakan bahwa hingga kini C masih tinggal di rumah dan belum diizinkan kembali ke sekolah sampai masalah selesai.

Kritik Terhadap Sanksi Sekolah

H juga menyampaikan keheranannya terhadap sanksi skorsing selama dua hari yang diberikan kepada pelaku. Ia menilai sanksi tersebut tidak sesuai dengan dampak psikologis yang dialami korban. Ia menegaskan bahwa sanksi seperti ini tidak mempertimbangkan bagaimana perasaan korban.

H mengatakan bahwa jika sanksi hanya berupa permintaan maaf, maka tidak akan cukup. Ia menegaskan bahwa korban harus dipertimbangkan lebih serius agar tidak terulang lagi.

Langkah Sudin Pendidikan

Sementara itu, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur Wilayah II menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pendalaman terhadap dugaan perundungan dan pelecehan seksual terhadap siswi tersebut. Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur II, Horale, mengatakan bahwa pihaknya fokus pada penelusuran dan koordinasi dengan dinas terkait. Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai langkah-langkah yang akan diambil dalam penanganan kasus ini.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *