SohorNews.com adalah portal berita viral yang menghadirkan update terkini dari sumber terpercaya. Temukan berita teknologi, hiburan, gaya hidup, dan informasi trending setiap hari
Berita  

Daftar 9 Korban Tewas Kecelakaan Kereta Api di Tebingtinggi, Termasuk Anak-anak

banner 120x600

Kecelakaan Maut Kereta Api dengan Mobil Avanza di Tebingtinggi

Sebanyak sembilan orang meninggal dunia dalam kecelakaan antara Kereta Api Sribilah Utama dan mobil Avanza yang terjadi di wilayah Tebingtinggi. Peristiwa tersebut menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 19.58 WIB, di Sektor V Jalan Abdul Hamid, Lingkungan VII, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi. Saat itu, Kereta Api Sribilah Utama yang datang dari arah Stasiun Rantauprapat menghantam sebuah minibus Avanza yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu.

Hingga berita ini diturunkan, sembilan korban meninggal dunia dan telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebingtinggi. Dari jumlah tersebut, pengemudi mobil serta dua anak-anak dinyatakan meninggal dunia. Berikut adalah identitas korban:

  1. ABDUL KADIR AL JAELANI (42), alamat Lk. 7 Pasar IV Kel. Terjun Kac. Medan
  2. RIZAL (59), alamat Jln Mutiara 8 Bb No 20 Desa Sigara gara Kec. Patumbak Kab. Deli Serdang.
  3. DARATUL LAILA (50), alamat . Dsn III Jl. Satria Ujung Gang Sedulur Desa Mekar Sari Kec. Deli Tua Kab. Deli Serdang.
  4. RISNAWATI (57), alamat Jl. Deli Tua Gang Al Iman No 27 A Dsn I Desa Mekar Sari Kec. Deli Tua Kab. Deli Serdang.
  5. MUHAMMAD HAFIZ (4), alamat Deli Tua Kab. Deli Serdang.
  6. MUHAMMAD RAFKA ATTAQIH (6), alamat Deli Tua Kab. Deli Serdang.
  7. ASRAH (80), alamat Deli Tua Kab. Deli Serdang.
  8. SRI DEVI (41), alamat Medan Marelan Kota. Medan.
  9. ZAITUN (anak-anak belum diketahui)

Kronologi Kecelakaan

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, masinis KA Sribilah Utama telah membunyikan suling lokomotif beberapa kali sebelum kejadian. Namun, mobil Avanza tiba-tiba muncul dari arah samping dan langsung melintas di perlintasan tanpa palang pintu. Diduga, sopir tidak sempat melihat ke kanan dan kiri sehingga kecelakaan tidak bisa dihindari.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa dampak kecelakaan menyebabkan kerusakan pada lokomotif KA Sribilah Utama. Akibatnya, lokomotif harus dikirim dari Stasiun Tebingtinggi untuk melanjutkan perjalanan.

“Kondisi masinis, para kru yang bertugas termasuk para penumpang KA Sribilah Utama selamat dan tidak mengalami luka-luka,” ujar Anwar.

Lokasi Rawan Kecelakaan

Menurut warga setempat, lokasi perlintasan di Sektor V Jalan Abdul Hamid memang sangat rentan terhadap kecelakaan. Jalannya yang menikung dan jarak pandang yang terbatas karena adanya tanaman umbi-umbian membuat pengemudi sulit melihat kondisi sekitar.

Eri, warga setempat, menjelaskan bahwa saat tanaman umbi tinggi, pengemudi sering tidak sadar ada kereta api yang akan melintas. Selain itu, lokasi perlintasan yang sepi juga membuat banyak warga tidak memberi peringatan kepada pengemudi.

“Apalagi ini kan karena sepi, kemudian jarak Stasiun Tebingtinggi masih 2,5 km lagi, rata-rata kereta api yang lewat lajunya masih tinggi. Makanya setiap kecelakaan, korban jiwanya pasti ada saja,” ujar Eri.

Riwayat Kecelakaan Sebelumnya

Lokasi ini sebelumnya juga pernah menjadi tempat kejadian kecelakaan serupa. Pada Minggu (14/1/2024), Kereta Api Datuk Blambangan menabrak Toyota Avanza di Sektor V, Jalan Abdul Hamid, Kota Tebingtinggi. Satu orang tewas di tempat dan satu lainnya luka berat.

Sementara itu, pada Rabu (16/12/2020), seorang balita berusia 3 tahun bernama Dzihan Aisyah Putri tewas dalam kecelakaan kontra kereta api. Korban yang sedang bersama keluarga dalam mobil Honda Jazz ditabrak oleh kereta api Putri Deli yang datang dari arah Kisaran.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *