SohorNews.com adalah portal berita viral yang menghadirkan update terkini dari sumber terpercaya. Temukan berita teknologi, hiburan, gaya hidup, dan informasi trending setiap hari

Dihentikan Operasionalnya, 3 Anak Usaha ANJT Dikritik Tidak Kontributif

banner 120x600

Penghentian Operasional Tiga Anak Usaha ANJT

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mengambil keputusan untuk menghentikan operasional tiga anak usahanya. Langkah ini dilakukan karena ketiga entitas tersebut dinilai tidak lagi memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan dan tidak sejalan dengan strategi bisnis jangka panjang.

Tiga anak usaha yang dihentikan operasionalnya adalah PT Austindo Nusantara Jaya Bogor, PT ANJ Agri Papua, dan PT Gilang Mas Indonesia. Manajemen ANJT menyatakan bahwa ketiganya secara konsisten mencatatkan kerugian dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini membuat perseroan memutuskan untuk fokus pada kompetensi intinya, yaitu bidang perkebunan kelapa sawit.

Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan, manajemen menjelaskan bahwa penghentian operasional ini merupakan bagian dari penyesuaian strategi. Dengan mengoptimalkan entitas yang telah terbukti memberikan kontribusi positif, ANJT berharap dapat meningkatkan efisiensi dan profitabilitas secara keseluruhan.

Evaluasi operasional dan keuangan menunjukkan bahwa ketiga anak usaha tersebut tidak menunjukkan perbaikan kinerja yang signifikan. Kontribusi pendapatan mereka juga tergolong minim, masing-masing di bawah 3% dari total pendapatan konsolidasi ANJT dalam tiga tahun terakhir. Dengan demikian, keberlanjutan operasionalnya dinilai tidak sesuai dengan arah strategi perusahaan.

Meski demikian, manajemen ANJT memastikan bahwa semua dampak hukum dari kebijakan ini telah dievaluasi. Perseroan juga tetap berkomitmen memenuhi seluruh kewajiban kontraktual kepada pihak ketiga. Aset dan sumber daya dari ketiga entitas tersebut masih dipertahankan sementara menunggu keputusan lanjutan dari perseroan.

Menurut pernyataan manajemen, penghentian operasional ketiga anak usaha tidak menimbulkan dampak negatif yang material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha perseroan secara keseluruhan.

Perubahan Piutang dan Pinjaman

Di sisi lain, ANJT mencatatkan lonjakan piutang usaha per 30 September 2025 menjadi US$ 24,95 juta, meningkat signifikan dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar US$ 869.778. Selain itu, terdapat selisih saldo piutang pihak berelasi yang belum dilunasi, yakni sebesar US$ 24,3 juta pada Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) 7 dan US$ 21,9 juta pada CALK 41.

Manajemen menjelaskan bahwa peningkatan piutang usaha kepada pihak berelasi disebabkan oleh perubahan ketentuan perdagangan. Penjualan produk yang sebelumnya dilakukan secara tunai kini menggunakan skema pembayaran dengan jangka waktu tertentu.

Selain itu, ANJT juga memperoleh fasilitas pinjaman senilai Rp 4,84 triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Fasilitas tersebut akan digunakan oleh empat anak usaha, yakni PT Sahabat Mewah dan Makmur sebesar Rp 1,63 triliun, PT Kayung Agro Lestari Rp 1,39 triliun, PT Austindo Nusantara Jaya Agri Rp 760 miliar serta PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siasis sebesar Rp 1,06 triliun.

Manajemen ANJT menilai transaksi pinjaman tersebut sebagai transaksi material, karena nilainya melebihi 50% dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2024. Ekuitas ANJT pada periode tersebut tercatat sebesar US$ 391,89 juta.

Pergerakan Harga Saham

Pada perdagangan hari ini secara intraday pukul 9.47 WIB, harga saham ANJT naik tipis 0,85% atau 15 poin ke level 1.780. Meskipun ada kenaikan kecil, pada tiga bulan terakhir, harga sahamnya merosot 18,72%. Hal ini menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan dalam performa saham ANJT.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *