SohorNews.com adalah portal berita viral yang menghadirkan update terkini dari sumber terpercaya. Temukan berita teknologi, hiburan, gaya hidup, dan informasi trending setiap hari
Berita  

Kotak Hitam Ditemukan

banner 120x600

Penemuan Black Box Pesawat ATR 42-500 di Lokasi Ekstrem

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan black box pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport yang hilang kontak sejak Sabtu (17/1). Perangkat perekam tersebut ditemukan pada Rabu (21/1) sekitar pukul 10.30 Wita, masih menempel di bagian ekor pesawat yang berada di jurang sedalam sekitar 150 meter di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Meski berada di medan ekstrem, kondisi black box dilaporkan masih utuh.

Penemuan ini dilakukan pada hari kelima pencarian. Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan bahwa lokasi ekor pesawat berada di sisi selatan gunung dengan kontur tebing curam. Untuk menjangkau lokasi tersebut, tim membutuhkan perlengkapan khusus berupa tali sepanjang sekira 100 meter dari Pos 8 guna melakukan teknik grappling ke area pesawat.

Basarnas Makassar juga telah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait titik pasti black box. Dari hasil identifikasi awal melalui dokumentasi visual yang dikirim tim lapangan, objek tersebut diyakini sebagai black box. Secara visual, video yang dikirim menunjukkan bentuknya utuh.

Fungsi dan Pentingnya Black Box

Black box atau kotak hitam merupakan perangkat vital dalam dunia penerbangan yang berfungsi merekam seluruh aktivitas penting selama penerbangan. Meskipun disebut “kotak hitam”, perangkat ini justru berwarna oranye terang. Warna tersebut dirancang agar mudah terlihat dan ditemukan di lokasi kecelakaan.

Black box terdiri dari dua perangkat terpisah, yaitu Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). FDR merekam data teknis penerbangan seperti kecepatan udara, ketinggian, percepatan vertikal, hingga aliran bahan bakar. Sementara itu, CVR merekam percakapan pilot, komunikasi dengan petugas lalu lintas udara, serta suara-suara di dalam kokpit yang dapat menjadi petunjuk penting bagi penyelidik.

Dengan perkembangan teknologi, black box modern menggunakan memori solid-state dan mampu merekam lebih dari 700 parameter penerbangan. Perangkat ini umumnya ditempatkan di bagian belakang pesawat karena area tersebut dinilai paling aman dan memiliki peluang lebih besar untuk selamat saat terjadi kecelakaan.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Proses pencarian black box dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan. Pada hari keempat pencarian, Selasa (20/1), tim berhasil mengidentifikasi posisi ekor pesawat. Dari titik itu, pada hari kelima pencarian, Rabu (21/1), lokasi black box pun turut diketahui.

Asisten Operasi (Asops) Pangdam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Priyo Hadi, menjelaskan bahwa tim telah mencapai lokasi ekor pesawat dan melakukan pengecekan langsung. Alhamdulillah, tim sudah ke lokasi dan mengecek langsung. Black box masih ada dan posisinya tidak terlepas dari ekor pesawat.

Metode operasi di lapangan sempat diubah untuk menyesuaikan kondisi medan ekstrem. Tim dibekali logistik di ransel masing-masing sehingga bisa bertahan hingga dua hari. Hari ini, tim berhasil mencapai titik ekor pesawat.

Terkait evakuasi dan pengiriman black box, tim masih menunggu arahan pimpinan serta koordinasi lanjutan dengan Basarnas dan KNKT. Nanti akan dilaporkan ke Basarnas untuk langkah berikutnya dan dikirim ke mana.

Penemuan Bagian Pesawat Lainnya

Selain black box, tim SAR gabungan juga berhasil mengevakuasi Propeller Electronic Control (PEC) pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Rabu (21/1). Perangkat ini ditemukan di kedalaman sekira 475 meter dari puncak Bulusaraung, dengan medan pencarian ekstrem dan sulit dijangkau.

Setelah berhasil diamankan, PEC dibawa ke Posko Utama SAR Gabungan di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci. Komandan Kompi Senapan (Dankipan) C Yonif 433/Julu Siri, Kapten Inf Yoan Steeven Pulo, menjelaskan proses pencarian hingga penemuan bagian pesawat tersebut. Tim gabungan mulai melakukan penyisiran sejak Selasa (20/1) pagi sekira pukul 09.00 Wita.

Pengiriman Jenazah Florencia

Jenazah pramugari ATR 42-500 Indonesia Air Transport, Florencia ‘Olen’ Lolita Wibisono (33), diberangkatkan ke Jakarta dari Makassar, Rabu (21/1). Jenazah Olen dilepas dari Posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel, Jl Kumala, Kota Makassar, sekitar pukul 16.38 Wita.

Mobil jenazah Biddokkes Polda Sulsel bernomor polisi 22116-XIV membawa jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 keluar dari halaman posko. Keberangkatan mobil jenazah dikawal ketat aparat TNI dan Polri. Dua kakak korban, Natasha Wibisono dan Velix, ikut mendampingi jenazah Florencia menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Jenazah Florencia selanjutnya dibawa ke Bandara Sultan Hasanuddin untuk diterbangkan ke Jakarta. Sebelumnya, jenazah telah menjalani seluruh prosedur identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel. Tim DVI memastikan data postmortem korban telah dicocokkan dengan data antemortem keluarga. Pencocokan meliputi sidik jari, data gigi, serta dokumen medis pendukung. Dengan hasil tersebut, identitas korban dipastikan secara akurat.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *