SohorNews.com adalah portal berita viral yang menghadirkan update terkini dari sumber terpercaya. Temukan berita teknologi, hiburan, gaya hidup, dan informasi trending setiap hari
Berita  

Tangis Tak Terbendung, Istri Kedua Capt Andy Menanti di Posko: Mau Bertemu Suami Terakhir Kali

banner 120x600

Kehidupan dan Harapan Istri Kedua Pilot Pesawat ATR 42-500

Widyarlina, istri kedua Capt Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Makassar, masih menunggu di posko evakuasi dengan harapan bisa bertemu sang suami untuk terakhir kalinya. Tangis pilu dan doa yang ia panjatkan melalui media sosial mencerminkan kepedihan seorang istri yang masih berharap bahwa kabar buruk yang terus datang bukanlah akhir dari perjalanan hidupnya.

Sejak pesawat ATR 42-500 jatuh pada hari Sabtu lalu, Widyarlina telah berada di Makassar selama empat hari. Ia berasal dari Sorokawo, Kabupaten Lawu Timur, dan langsung menuju lokasi kejadian setelah mendengar kabar mengerikan tersebut. Meski dalam kondisi yang penuh kecemasan, ia tetap setia menunggu, bahkan sampai saat ini belum menemukan jawaban pasti tentang keberadaan suaminya.

Capt Andy Dahananto, yang berusia 52 tahun, tinggal di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Di lingkungan rumahnya, ia dikenal sebagai sosok yang ramah dan berwibawa. Selama 30 tahun tinggal di rumah tersebut bersama anak dan istrinya, ia menjalin hubungan baik dengan warga sekitar meskipun kesibukannya sebagai pilot tidak pernah berhenti.

Di tengah rasa sedih dan kehilangan, Widyarlina membagikan curhatan pilu melalui akun media sosialnya. Ia membagikan percakapan dengan seseorang yang diduga merupakan anggota Tim SAR yang terlibat dalam pencarian korban pesawat ATR 42-500. Dalam percakapan itu, Widyarlina mengungkapkan rasa prihatin atas kondisi Tim SAR yang terus bekerja keras di tengah cuaca yang tidak menentu.

Ia juga membagikan video call dengan seorang pria, yang kemungkinan besar adalah temannya. Dalam percakapan tersebut, Widyarlina menyampaikan doa agar Tim SAR diberi keselamatan dan kekuatan dalam pencarian korban. Ia juga menyebutkan bahwa dirinya masih menunggu di Makassar dan ingin bertemu dengan suaminya untuk terakhir kali.

“Ya Allah, lindungi dan mudahkan segalanya bagi temanku,” tulis Widyarlina dalam salah satu pesannya. Ia juga menyampaikan harapan agar dapat bertemu dengan suaminya, walau hanya sekadar untuk berpamitan.

Teman Widyarlina pun merespons dengan dukungan penuh. “Mudah-mudahan kami bisa menemukan Lin,” balasnya. Widyarlina kemudian menjawab dengan doa lain: “Aamiiinn ya Allah.”

Hingga kini, dari total 10 orang (7 kru dan 3 penumpang) yang berada di dalam pesawat ATR 42-500, baru dua jenazah yang berhasil ditemukan. Pesawat yang disewa oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP ini sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat terbang menuju Makassar. Pesawat tersebut membawa 10 orang, termasuk tujuh kru dan tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tim SAR gabungan telah mengevakuasi dua jenazah dari lokasi kejadian. Satu jenazah sudah diidentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, pramugari pesawat tersebut. Sementara pilot, copilot, dan seorang pramugari lainnya masih dalam pencarian. Satu jenazah lainnya belum diidentifikasi karena masih dalam perjalanan ke RS Bhayangkara.

Proses pencarian dan evakuasi korban lainnya masih terus berlangsung. Semua pihak terus berdoa agar para korban ditemukan dalam kondisi yang baik dan keluarga dapat menerima kepastian tentang nasib mereka.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *